Pengusaha2 Tambang emas di Sulut Diduga di peras 12.5 M, oleh Oknum Penyidik Tipiter Bareskrim Polri bekerja sama dengan Heru (warga sipil )

Anggota Tim Paniki Polresta manado, Briptu Rano Kandou Dianiaya 2 anggota TNI, Senjata Apinya Di Rampas
April 24, 2021
Ngaku pemilik tanah di Hutan Produksi dan melakukan PETI, Ko stenli & ci mei Di Tetapkan tersangka oleh Polda Sulut
Juni 13, 2021

Jakarta – Rumahkasus.com – Penangkapan algusri lewan atas dugaan penambangan emas tanpa ijin atau ilegal di tenggarai momok baru dan menarik.

Pasalnya saat melakukan penangkapan tim dari bareskrim mabes menggandeng sejumlah orang sipil yang diduga digunakan sebagai negosiator. mereka bisa dikata selaku makelar kasus atau biasa di sebut (markus).

Dugaan Permainan kotor oknum oknum dari bareskrim mabes polri ini terkuak ketika diserahkanya tersangka gusri lewan ke kejaksaan negeri kota kotamobagu dengan sangkaan pasal undang undang minerba dan bukan lagi TPPU.

Oleh karenanya publik berspekulan bahwa patut diduga kuat telah terjadi transaksional jual beli pasal pada kasus ini.

Diketahui bahwa pada saat tim dari tipiter bareskrim mabes polri turun ke kotamobagu,mereka menggandeng warga sipil bernama heru dan ucok yang kemudian heru dan ucok ini membangun jaringan di kotamobagu dengan pamela dan parindo demi memuluskan proses negosiasi atas tin dakan tindakan hukum yang dilakukan oleh penyidik dari bareskrim mabes polri.

Berdasarkan informasi yang beredar bahwa Heru adalah orang kepercayaan bareskrim mabes polri yang dapat mempengaruhi keputusan yang di ambil oleh penyidik, atas dasar itulah kemudian heru diduga memerintahkan parindo dan pamela untuk menghubungi seluruh pengusaha tambang ilegal yang ada di sulut khususnya di bolmong.

Jika para pengusaha yang di hubungi oleh parindo dan pamela tidak menggubris, maka dilaporkan ke heru dan heru mengarahkan tim dari tiliter mabes polri untuk menyidak lokasi pengolahan emas tanpa ijin tersebut.

Selanjutnya setelah ada tindakan nyata dari tim mabes, maka tim negoaiator lagi lagi menjalankan aksinya untuk menghubungi bos bos peti dan menawarkan bantuan dan disitulah terjadi negosiasi.

Sungguh sangat ironis penegakan hukum di tunggangi oleh para makelar kasus ini masih terjadi di indonesia , Heru yang kerab mengatasnamakan orang dekat mabes dan memiliki jaringan di lembaga penegak hukum di negeri ini sempat menakut nakuti kajari kotamobagu ketika bertemu di salah satu tempat di bilangan kota kotamobagu.

Adapaun topik yang di bicarakan dengan kajari kotamobagu saat itu sesuai informasi orang dalam bahwa, Heru memanggil kajari kota kotamobagu terkait informasi bahwa yang mengelola tambang emas ilegal di potolo saat itu adalah orang kepercayaannya kajari bernama onal makalew. Saat itu saksi melihat kajari seakan tak berdayabdi hadapan makelar kasus yang mengatasnamakan orang kepercayaan penyidik tipiter mabes polri itu ” kajari kurang ta badiam di muka pa heru, heru ja bentak bentak le pa kajari ” tukas sumber.

Selain itu informasi yang kami dapatkan juga ada dugaan pemerasan terhadap Ali kenter bos tambang emas ilegal juga, dimana agar tidak di tangkap seperti algusri lewan ali kenter harus menyerahkan sejumlah uang, awalnya pihak ali kenter menolak nakun kemudian ketika di framing di media sosial dan di media media online bahwa ali kenter ditetapkan sebagai tersangka maka pihak ali kenter diduga menyerahkan uang senilai 10 Milyar rupiah.

Dugaan penerasan itu semua di otaki oleh Heru yang bekerja sama dengan parindo dan pamela.

Selain ali kenter juga mereka menyasar ke ko feri selaku penyuplai bahan kimia cinaida , fery di panggil oleh heru dan oknum penyidik melalui parindo dan pamela, pamela menghubungi ko sten dan ko sten menghubungi ko fer maka terjadilah pertemuan di swisbell hotel maleosan manado antara Heru, ko fery, stenli, dan oknum penyidik. Negosiasi itu sudah di bahas dan kemudian tinsak lanjut dari negosiasi itu dilakukan di salah saru hotel di jakarta.

Ini prakter prakter kotor yang harus diungkap. Tidak dibenarkan penyidik polri dalam melakukan penegakan hukum di drive atau di seting oleh orang sipil dengan maksud mendapatkan uang banyak.

Bapak kapolri jendral listyio sigit prabowo harus mengungkap dugaan kasus pemerasan oknum oknum anggota bareskrim polri yang bekerja sama dengan masyarakat sipil bernama Heru, parindo, dan pamela itu.

Diduga kuat uang hasil pemerasan mereka kepada pengusah oengusaha tambang emas di sulawesi utara sangat fantastis yakni kurang lebih 12.5 milyar rupiah.

Praktek praktek mafia hukum dan makelar kasus seperti ini membuat nama baik institusi polri tercemar, oleh karenanya bapak kapolri harus segera ambil tindakan memerintahkan kadiv propam polri irjen pok ferdy samboh untuk membentuk tim mengungkap dugaan kasus pemerasan yang melibatkan oknum oknum pentidik tipiter bareskrim polri yang bekerja sama dengan warga sipil bernama Heru dkk.

https://youtu.be/RWfNUhJs5vw



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *