BRIGJEN Prasetijo Utomo Di jeblos ke Penjara Oleh idam asiz Gara2 Sekongkol dengan Koruptor Djoko Tjandra

Kabareskrim Hentikan Pemeriksaan Brigjen Prasetyo yang terlibat Tjoko Candra
Juli 22, 2020
GIOLOGIS JERMAN BOCORKAN DATA JALUR EMAS YANG ADA DI WILAYAH BOLMONG RAYA
Agustus 3, 2020

JAKARTA – RUMAHKASUS.COM – Brigjen Prasetijo Utomo dijebloskan ke sel Rumah Tahanan (Rutan)bareskrim polri. Sebagaimana diketahui, Brigjen Prasetijo dipidana lantaran membantu pelarian koruptor djoko tjandra.

“Ya, sudah dilakukan penahanan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada media kami, Jumat (31/7/2020).

Argo mengatakan Brigjen Prasetijo resmi menghuni sel Rutan Bareskrim pada Kamis (30/7) malam. Sebelumnya, Brigjen Prasetijo ditempatkan di ruangan khusus selama 14 untuk proses pemeriksaan oleh Divisi Propam Polri dan tim khusus Bareskrim yang menangani soal surat jalan Djoko Tjandra.

“Mulai tadi malam (dimasukkan ke sel Rutan Bareskrim),” ujar Argo.

Diberitakan sebelumnya, tim khusus Bareskrim Polri memeriksa Brigjen Prasetijo pada Kamis siang. Selama diperiksa, Brigjen Prasetijo, yang masih berstatus anggota Polri, berhak mendapatkan pendampingan dari Divisi Hukum Polri.

“Hari ini, tanggal 30 Juli 2020, pukul 12.00 WIB, BJP PU didampingi oleh staf Divisi Hukum Polri diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim Polri,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dalam konferensi pers daring di akun YouTube Tribrata TV, kemarin.

Awi menambahkan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri juga telah memulai penyelidikan dugaan aliran dana Djoko Tjandra ke BJP PU terkait terbitnya surat jalan untuk buron kasus cessie Bank Bali tersebut.

“Sedangkan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri saat ini telah membuka penyelidikan terkait kemungkinan adanya aliran dana pada pusaran kasus surat jalan Djoko S Tjandra,” tandas Awi.

Dalam kasus ini, Brigjen Prasetijo dijerat tiga pasal pidana. Jenderal bintang satu itu terancam pidana kurungan maksimal 6 tahun penjara.

“Persangkaan Pasal 263 ayat 1 dan 2 junctoPasal 55 ayat 1 ke-1 (e) KUHP dan Pasal 426 ayat 1 KUHP, dan/atau Pasal 221 ayat ke-1, ke-2 KUHP dengan ancaman maksimal 6 tahun,” tegas Sigit di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *