Menteri kkp dari gerindra ditangkap kpk, kirana sebut kasih nelayan jabat menteri saja, mereka lebih mampu

Astaga, Ada Ali Ngabalin dalam Rombongan Edi Prabowo Saat ditangkap KPK ?
November 24, 2020
Munas MUI 2020 Jokowi Ingatkan : ke-Islaman di Indonesia identik dengan pendekatan kultural yang damai dan tidak menebar kebencian.
November 25, 2020

Kasus hukum yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo masih bergulir. Ia ditangkap KPK karena dugaan korupsi ekspor bayi lobster.

Jika Edhy mundur atau diberhentikan dari jabatannya, maka kursi itu akan diperebukan partai. Setidaknya Partai Golkar dan PDI Perjuangan dinilai akan memperebutkannya.

“Posisi KKP ini akan direbutkan parpol lain, karena sepertinya sulit diberikan lagi ke Gerindra. Bisa jadi rebutan PDIP dan Golkar,” kata Direktur Indonesia Future Studies (INFUS) Gde Siriana Yusuf kepada RRI.co.id, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, kata dia, elektabilitas Gerindra terancam akan turun di Pilkada 2020 maupun di Pemilu 2024.

“Gerindra akan turun elektabilitasnya, karena selain sudah ditinggalkan pemilih Islam, juga tidak lolos ujian di pertama kalinya masuk dalam kekuasaan,” kata ia.

Gde Siriana juga menyesalkan persoal korupsi di tanah air belum juga terselesaikan sejak reformasi.

“Tapi secara nasional ini menunjukkan sejak reformasi makin ke sini makin melahirkan rezim korup. Zaman SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) 2 periode 7 menteri tersangkut korupsi. Awal periode 2 Jokowi sudah 3 menteri. Ini bukti bahwa Reformasi 98 tidak menghasilkan apa-apa, tidak memperbaiki sistem menjadi lebih baik. Hanya berganti aktor-aktornya saja,” tegasnya.

Sementara itu, Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Susan Herawati berharap, kalau ada rushuffle, pengganti Edhy bukan dari orang politik.

Sebab KKP harus dipimpin oleh orang profesional yang memang mengerti kelautan dan perikanan.

“Kami mencatat ada dua kebijakannya yang kontroversial. Pertama soal ekspor bayi lobster. Kedua soal cantrang, ini bahaya,” ungkapnya di acara Mata Najwa.

“Ganti saja sama┬ábapak bapak nelayan aja, mereka lebih mampu,” tutur dia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *