Penyidik Tipiter Polres Kotamobagu Bongkar Kombes Pol Yandri Ihsan Terima 150 juta / Bulan dari Tersangka Sw

Deretan Pekerjaan Gaji Nambah Karena Bebas Pajak
Mei 29, 2020
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Putuskan Hubungan Dengan WHO
Mei 31, 2020

Rumahkasus.com – Sulut – Penyidikan kasus ilegal meaning atu pertambangan tanpa ijin di bukit potolo desa tanoyan selatan kecamatan lolayan kabupaten bolaang mongodow oleh unit tipiter polres kota kotamobagu terkuak adanya dugaan keterlibatan kombes pol Yandri Ihsan mantan dir krimsus polda sulut.

Diketahui bahwa Stenli wuisan ditetapkan tersangka oleh penyidik tipiter polres kota kotamobagu karena melakukan aktifitas pertambangan tanpa ijin.

dalam berita acara pemeriksaan tersangka stenli wuisan terkuak adanya keterlibatan oknum kombes yandri yang saat itu menjabat sebagai direktur kriminal khusus polda sulut.

Dalam point 18 berita acara pemeriksaan Tersangka stenli wuisan isa menjelaskan bahwa dirinya bekerja sebagai pelaksana kegiatan pertambangan di lokasi potolo tersebut berdasarkan persetujuan dan seizin dari dir krimsus polda sulut kombes pol yandri ” saya bekerja di situ berdasarkan peretujuan bapak direktur kriminal khusus kombes pol yandri ihsan, dan saya selalu tepat waktu memenuhi kontribusi bulanan sebesar Rp. 150. 000.000. ( seratus lima puluh juta rupiah)pada bulan januari sampai dengan bulan februari 2020 dan terakhir saya menyetor pada bulan maret 100.000.000( seratus juta rupiah ) dan saya memberikan secar tunai dan menyerahkan secara langsung adalah saya dengan disaksikan oleh teman saya bernama ferdinan yang beralamatkan di manado dan lelaki ade manorekan alias ko ade dan saya memberikanta di kantor direktorat kriminal khusus polda sulut tepatnya diruangan dir krimsus kombes pol yandri ihsan. hal ini saya lakukan bukan untuk menyuap tetapi sudah menjadi aturan baku yang telah ditetapkan oleh dir krimsus kombes pol yandri kepada semua pengusaha tambang. Terang stenli wuisan dalam berita acara pemeriksaan tersangkanya.

Terkait proses penyidikan perkara ilegal meaning yang di lakukan oleh unit tipiter polres kota kotamobagu hendra jacob angkat bicara.

menyikapi pokok pokok keterangan yang terkuak dalam berita cara pemeriksaan tersebut seharusnya penyidik memanggil kombes pol yandri ihsan mantan Dirkrimsus polda sulut untuk dimintai keteranganya agar substansi pokok perkara ini menjadi terang. tidak hanya di fokuskan kepada tersangka saja namun harus di ungkap juga keterlibatan sejumlah pihak yang mendukung terjadinya sebuah perbuatan melanggar hukum yang di lakukan oleh tersangka stenli. tukas Hj meminta penyidik harusnya memeriksa kombes pol yandri.

Ditambahkan Hendra jacob lagi, bahwa terkesan, penyidik kebelet, atau terburu buru melimpahkan perkara tersebut ke kejari kota kotamobagu, pasalnya jika berkas perkaranya belum masak seperti ini akan berdampak dalam putusan di sidang pengadilan nanti. disinilah terlihat penyidiknya apakah memenuhi unsur kehati hatian dalam melakukan langkah langkah proses hukum atau tidak, dalam perkara tersangka stenli masih banyak kejanggalan kejanggalan sehingga menimbulkan pertanyaan ada apa dengan penyidik sehingga buru buru melimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan. apakah stenli bekerja sendiri ? siapakah yang membantunya dilapangan dalam melakukan aktifitas pertambangan tanpa ijin, seperti nasrul simon dan lain sebagainya termasuk kombes pol yandri ihsan mantan dir krimsus itu.

orang orang ini seperti nasrul dan simon itu menurut hemat saya bisa juga dijadikan tersangka jika penyidiknya cermat dan berani mengungkap fakta yang sebenarnya.

jika terkait kombes yandri yang terungkap menerima setoran itu lebih ke internal terkait profesi itu domain paminal dan divisi propam mabes polri, yang penting langkah awal penyidik harus berani melakukanpemeriksaan terhadapnya guna di kofrontase apakah keterangan tersangka ini benar atau tekayasa.

kalau kombes pol yandrinya tak diperiksa seperti ini kan terkesan tidak ada nilainya keterangan tersangka stenli yang sudah berani mengungkap dalam berita acara pemeriksaan bahwa dia melakukan pekerjaan tersebut sudah seizin dan sudah ada persetujuan dari dir krimsus karena telah memenuhi kewajibanya sebagai pengusaha tambang menyetor dana bulanan sebesar 150 juta setiap bulanya. dan hal itu tidak hanya ke tersangka stenli tetapi berlaku kepada seluruh pengusaha tambang. penyidik jangan melindungi kebobrokan oknum, harus memiliki keberanian mengungkap fakta seseuai aturan perundang undangan yang berlaku. jangan sampai menimbulkan stigma bahwa sesama sopir bus harus saling melindungi dan dilarang mendahului, ini bahaya, kapan profesionalnya dong ? tambah hendra jacob.

saya yakin hal ini akan ramai disaat pelaksanaan sidang nantinya dimana akan terkuak nama nama yang semestinya harus di periksa oleh penyidik karena ada keterkaitan dengan perkara dan pasal yang yang di sangkakan terhadap terdakwa stenli wuisan. Pungkas HJ mengakhiri.

Tersangka Sw ketika di konfirmasi melalui watshapnya perihal tersebut diatas membenarkan. semua sesuai yang tertuang dalam BAP saya. jawab Sw singkat.

sebelumnya tersangka Algusri lewan juga mengakui adanya yuran bulanan yang menjadi kewajiban mereka untuk setor ke kombes pol yandri ihsan sewaktu menjabat sebagai dir krimsus polda sulut, bahkan ada rekamanya dimana gusri menyetor uang yuran sebesar 125 juta tersebut yang di serahkanya melalui kasubdit tipiter krimsus polda sulut kompol FS. (red)

berita ini telah ditayangkan di media online lidik.net dengan judul Selain Gusri Tersangka Sw Juga akui Setoran 150 Juta / bulan Ke Kombes Pol Yandri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *