Peti Di Potolo Remehkan polisi gunakan preman bersenjata tajam, catut nama jendral

Seludupkan shabu Polisi ini di vonis 7 tahun penjara
April 10, 2021
Pak Kapolres Judi Togel Marak &Subur di minahasa, Setoran lancar ?
April 18, 2021

Jakarta – Rumahkasus.com – Aktifitas Tambang Illegal Potolo semakin tak terkendali yang dilakukan oleh para Cukong sebagai pemoda. Keberadaan para Cukong di pertambangan Illegal pegunungan Potolo di Desa Tanoyan Selatan kecamatan Lolayan Bolmong kini semakin menggila gila dengan  para Cukong leluasa menaikan ke pegunungan Potolo alat berat berupa Exa untuk menggundul gunung yang menghasilkan bijian Emas,

Menariknya lagi ada cukong bernama sandra yang suka mencatut nama salah satu perwira tinggi tni, menurut informasi mereka kerab mencatut nama jendral mamahit biar aman ” kata sumber di tanoyan.

Selain mencatut nama sang jendral cukong bernama sandra juga memperkerjakan sejumlah preman yang berjaga jaga di lokasi peti dengan di lengkapi sejumlah senjata tajam berupa tumbak samurai dan pisau tusuk.

Sementara Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK, tak dianggap oleh para mafia cukong yang kini asik melakukan aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) menggunakan alat-alat berat di lokasi Potolo, Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara.

Sementara itu Hendra jacob ketika dimintai tanggapan atas semakin menggilanya aktifitas PETI di potolo mengatakan bahwa penegakan hukum yang dilakukan oleh bareskrim kemarin sama sekali tidak memenuhi unsur keadilan, pasalnya hanya gusri lewan yang di jadikan tersangka sementara sandra, dan lain lain masih beraktifitas seperti biasa menggunakan alat berat eksavator. Hal ini tentunya melukai hati rakyat, kenapa penegakan hukum terkesan tebang pilih ada maksud apa sebenanrnya. Harusnya pihak bareskrim kalau benar benar mau menegakan hukum harus berkordinasi dengan polda sulut agar kegiatan mereka di backup brimob dalam menghentikan aktifitas tambang ilegal potolo.

Hari ini yang terjadi adalah tebang pilih, oleh karena itu spekulan yang beredar di luar adalah penegakan hukum pura pura karena ada dibalut kepentingan tertentu, apalagi adanya isu jual beli pasal dari pasal tppu ke pasal minerba. Ini kan bahaya. Jika benar terjadi jual beli pasal pasti ada bargaining, nah Itu namanya kejahatan ilegal meaning terorganisir. Saya kira terlalu murahan selevel mabes melakukan penegakan hukum seperti itu. Harusnya tegak lurus dan jangan tebang pilih. Tegas Hj.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya meminta kapolres kotamobagu untuk membuat laporan kepada kapolda dir intel dir sus terkait masih adanya aktifitas peti menggunakan eksavator di bukit potolo agar para jpu bisa melakukan rapat kordinasi guna mengambil langkah penertiban yang tidak tebang pih. ” kalau mau tertibkan yah harus tangkap semua cukong cukong peti yang menggunakan eksavator itu lalu biarkan masyarakat lokal menambang secara tradisional. Imbuhnya.

Kalau terkait cukong bernama sandra yang suka mencatut nama perwira tinggi TNI itu saya kira pihak polres harus cepat berkordinasi dengan POM AD yang kemudian juga di iringi surat ke KASAD pak andika perkasa jika benar adanya keterlibatan beliau, jika tidak maka sandra harus di tangkal dan diproses dengan uu minerba. Tambahnya mengakhiri.

Terpisah mantan kapolda sulut Irjen Pol Royke Lumowa pernah menegaskan bahwa lokasi peti potolo itu berpotensi mendatangkan bencana alam dan harus di hentikan, ia juga pernah mengeluarkan statmen di media cetak bahwa ADA UPETI DIBALIK PETI POTOLO. hal inilah yang membuat sulitnya peti potolo itu di tutup. Tapi kami yakin bahwa dibawah pimpinan kapolda Irjen Pol Nana Para cukong peti potolo pasti ditangkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *