Staf keuangan Kud Perintis bernama fika di periksa kpk, ko david liem panas dingin

Bripka sp jadi pengedar narkoba, tangkap dan borgol serta proses tegas
Juni 25, 2021
Ini kronologis pembunuhan yang dilakukan oleh Anggota TNI AD terhadap Warga Sipil Di Manado.
Juli 30, 2021

Empat orang bakal diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keterangan keempatnya dibutuhkan untuk kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan 2016-2017 di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu).

Pihak yang dipanggil, karyawan swasta, Helmi; swasta, Yulmanizar; wiraswasta, Dessy Anwar; dan Staf Keuangan KUD Perintis Tanoyan, Fika Fatmawati. Semua akan diperiksa sebagai saksi.

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK (Jakarta Selatan),” ujar Pelaksana tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri, Jumat (23/4).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, membenarkan pihaknya tengah melakukan penyidikan dugaan suap di DJP Kemenkeu dan sudah melakukan penggeledahan. Namun, dia enggan membeberkan pihak yang diterka terlibat.

“Kita sedang melakukan penyidikan, betul terkait dengan itu, tapi tersangkanya nanti. Kan dalam proses penyidikan itu kan mencari alat bukti untuk menetapkan tersangka. Ini yang sedang kita lakukan,” ujarnya kepada wartawan. Alex menerka dugaan suap mencapai puluhan miliar.

Sementara dalam kasus ini Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah mencegah enam orang berpergian ke luar negeri. Hal itu dilakukan atas permintaan KPK. Kepala bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara, dua orang merupakan aparatur sipil negara ASN DJP Kemenkeu.

Arya menerangkan, enam orang yang dicegah ke luar negeri di antaranya, APA dan DR yang merupakan ASN. Sementara empat orang lainnya, RAR, AIM, VL, dan AS. “Dicegah karena alasan korupsi. Pencegahan ini berlaku selama enam bulan mulai 8 Februari 2021 sampai dengan 5 Agustus 2021,” jelasnya.

Awalnya dugaan korupsi menerima hadiah atau janji pegawai DJP ini di bongkar oleh aktifis anti korupsi sulawesi utara Hendra jacob.  Menurut Hj sapaan akrabnya bahwa Zulmanisar menyamar menggunakan nama deden suhendar dengan membuat ktp palsu lalu membeli aset pengolahan tambang emas milik ko david liem di dua tempat masing masing di kud perintis tanoyan dan di lanud.

Dalam cuitan media sosialnya, hendra jacob meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan adanya dugaan pencucian uang pegawai dirjen pajak bernama zulmanisar di sulawesi utara.

Zulamanisar sendiri merupakan pegawai DJP yang diduga menerima suap dari pengusaha wajib pajak lalu kemudian uang tersebut di samarkan dengan cara membeli aset pengolahan emas milik ko david di kud perintis tanoyan dan juga membeli sebisang tanah tambang emas di desa lanud kebaupaten bolmong timur.

Dalam melakukan transaksi tersebut pegawai DJP zulmanisar ini menggunakan nama deden suhendar dan bahkan dia mampu membuat ktp palsu di beberapa tempat.

Dalam pembelian aset ko david zulamanisar menggunakan nama deden suhendar dan kemudian yang mengelola keuanganya adalah wanita bernama fika fatmawati yang menurut informasi orang dalam diduga wanita tersebut adalah selingkuhan ko deden alias zulmanisar.

Semua aset yang di  samarkan oleh pegawai DJP bernama zulmanisar alias deden suhendar ini yang mengetahui adalah ko david liem. Yang diduga kuat juga ko david liem bersama temanya bernama ko fery kerab menyuap pegawai pajak untuk mengurangi kewajiban mereka membayar pajak.

Oleh karenanya dimohon kepada penyidik kpk kiranya dapat mengembangkan kasus tersebut guna menetapkan ko david liem sebagai tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *